Rabu, 08 Mei 2013

Filosofis Kereta Api


         “Naik kereta api, tut tut. Siapa hendak turut ke Bandung Surabaya. Ayo kawan cepat naik keretaku tak berhenti lama.” Masih ingatkah Anda dengan lagu anak-anak ini? Lagu tersebut sudah familiar di kalangan dunia anak-anak dan bukan menjadi lagu yang langka. Jikalau dilihat sekarang, lagu anak-anak sulit dinyanyikan kembali. Hal ini disebabkan anak-anak sekarang sudah terpesona dengan dunia musik orang dewasa. Lihatlah saja adanya band Super Junior di kancah dunia hiburan telah menghipnotis anak-anak cilik untuk menikmati lagu-lagu dewasa. Belum lagi ditambah dengan munculnya acara Idola Cilik di layar kaca telah membuat anak-anak semakin terlarut dalam dunia musik orang dewasa. Inilah yang dikhawatirkan dalam diri dunia anak-anak yang akan melunturkan bukan hanya lagu-lagu anak-anak melainkan pula lagu daerah dan lagu kebangsaan Indonesia.
Kereta api memang alat transportasi darat yang memudahkan perjalanan kita untuk sampai ke tempat tujuan. Sayangnya di daerah Banjarmasin tidak ada alat transportasi ini, dikarenakan akses jalan sekitar Banjarmasin belum cukup memadai untuk pengadaan alat transportasi tersebut. Sejenak marilah kita renungkan tentang filosofis kereta api. Ada pelajaran menarik dari kereta api yang berbahan bakar batu bara ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Pelajaran utama yakni kita hendaknya tetap bergerak dengan istiqomah meniti rel kehidupan yang terkadang penuh liku-liku dan bengkokkan arah.
Kehidupan memang memerlukan prinsip seperti kereta api. Mungkin semua sudah tahu bahwa kereta api berjalan sesuai tujuan keberangkatannya? Begitupun pula dalam hidup ini kita harus mempunyai tujuan. Tujuan hidup yang memang sesuai dengan koridor Allah Subhanahu wa ta’ala. Apapun cita-citamu entah itu jadi guru, dokter, apoteker, dan sebagainya tancapkanlah di hati dengan niat karena Allah dan mencari rido Ilahi. Jika kita sudah menanamkan rasa ikhlas di hati maka gunung yang menjulang tinggi dan samudera yang seluas apapun mudah di jangkau. Subhanallah.
Kereta api mempunyai jam keberangkatan yang sesuai dengan tujuan keberangkatan. Adapun jam keberangkatan tersebut sudah diketahui oleh penumpang sehingga pada saat jam sudah diatur dengan bijak maka kereta api pun akan sampai ke tujuan yang dituju. Memang untuk mencapai sebuah tujuan hidup diperlukan pengelolaan waktu yang efisien.   Memanfaatkan waktu dengan bijaksana. Ada pepatah mengatakan waktu itu seperti pedang dia akan menebasmu jika kamu tidak pandai memanfaatkannya. Untuk itulah kita sebagai manusia yang memiliki pikiran dewasa seharusnya dapat mengelola manejemen waktu yang super bagus agar dapat sampai kepada tujuan kita dalam melangkah. Berbicara tentang manejeman waktu mungkin hanya sebagian yang disiplin dengan waktu. Lihatlah saja diantara kita masih saja menggunakan waktu denga hal yang tak bermanfaat seperti menonton tv, update status, dan sibuk dengan media teknologi. Memang ada baiknya juga menonton tv untuk menambah khazanah pengetahuan kita terhadap informasi. Namun sangat disayangkan jikalau kita menggunakan teknologi ini untuk hal yang tak bermanfaat seperti menonton gosip dan lain sebagainya yang berbau negatif. Hal lain yang perlu kita petik dalam filosofis kereta api yakni kita harus menghargai waktu. Barangsiapa  hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celak. Jadi, ayo kita menerapkan menajeman waktu yang super bagus dan menjalankan agenda-agenda penting dalam hidup kita agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Jadilah sang kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna meskipun melewati proses perlahan demi perlahan hingga akhirnya sampai kepada perubahan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits.
Indahnya hidup ini seperti perjalanan kereta api di mana kita menikmati setiap nuansa pemandangan yang tersaji dengan senyuman. Kalau pun rintih yang diperoleh dalam kehidupan biarlah kita tetap memandang duri luka itu dengan sentuhan ketegaran di dalam hati. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengadopsi filosofis kereta api sebagai nasihat yang mampu mengantarkan kita menuju lembah kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar