“Naik kereta api, tut tut. Siapa hendak turut ke Bandung Surabaya. Ayo kawan cepat naik keretaku tak berhenti lama.” Masih ingatkah Anda dengan lagu anak-anak ini? Lagu tersebut sudah familiar di kalangan dunia anak-anak dan bukan menjadi lagu yang langka. Jikalau dilihat sekarang, lagu anak-anak sulit dinyanyikan kembali. Hal ini disebabkan anak-anak sekarang sudah terpesona dengan dunia musik orang dewasa. Lihatlah saja adanya band Super Junior di kancah dunia hiburan telah menghipnotis anak-anak cilik untuk menikmati lagu-lagu dewasa. Belum lagi ditambah dengan munculnya acara Idola Cilik di layar kaca telah membuat anak-anak semakin terlarut dalam dunia musik orang dewasa. Inilah yang dikhawatirkan dalam diri dunia anak-anak yang akan melunturkan bukan hanya lagu-lagu anak-anak melainkan pula lagu daerah dan lagu kebangsaan Indonesia.
Kereta
api memang alat transportasi darat yang memudahkan perjalanan kita untuk sampai
ke tempat tujuan. Sayangnya di daerah Banjarmasin tidak ada alat transportasi
ini, dikarenakan akses jalan sekitar Banjarmasin belum cukup memadai untuk
pengadaan alat transportasi tersebut. Sejenak marilah kita renungkan tentang
filosofis kereta api. Ada pelajaran menarik dari kereta api yang berbahan bakar
batu bara ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Pelajaran utama yakni kita
hendaknya tetap bergerak dengan istiqomah meniti rel kehidupan yang terkadang
penuh liku-liku dan bengkokkan arah.
Kehidupan
memang memerlukan prinsip seperti kereta api. Mungkin semua sudah tahu bahwa
kereta api berjalan sesuai tujuan keberangkatannya? Begitupun pula dalam hidup ini
kita harus mempunyai tujuan. Tujuan hidup yang memang sesuai dengan koridor
Allah Subhanahu wa ta’ala. Apapun cita-citamu entah itu jadi guru, dokter, apoteker,
dan sebagainya tancapkanlah di hati dengan niat karena Allah dan mencari rido
Ilahi. Jika kita sudah menanamkan rasa ikhlas di hati maka gunung yang
menjulang tinggi dan samudera yang seluas apapun mudah di jangkau. Subhanallah.
Kereta
api mempunyai jam keberangkatan yang sesuai dengan tujuan keberangkatan. Adapun
jam keberangkatan tersebut sudah diketahui oleh penumpang sehingga pada saat
jam sudah diatur dengan bijak maka kereta api pun akan sampai ke tujuan yang
dituju. Memang untuk mencapai sebuah tujuan hidup diperlukan pengelolaan waktu
yang efisien. Memanfaatkan waktu dengan bijaksana. Ada
pepatah mengatakan waktu itu seperti pedang dia akan menebasmu jika kamu tidak
pandai memanfaatkannya. Untuk itulah kita sebagai manusia yang memiliki pikiran
dewasa seharusnya dapat mengelola manejemen waktu yang super bagus agar dapat
sampai kepada tujuan kita dalam melangkah. Berbicara tentang manejeman waktu
mungkin hanya sebagian yang disiplin dengan waktu. Lihatlah saja diantara kita
masih saja menggunakan waktu denga hal yang tak bermanfaat seperti menonton tv,
update status, dan sibuk dengan media teknologi. Memang ada baiknya juga
menonton tv untuk menambah khazanah pengetahuan kita terhadap informasi. Namun
sangat disayangkan jikalau kita menggunakan teknologi ini untuk hal yang tak
bermanfaat seperti menonton gosip dan lain sebagainya yang berbau negatif. Hal
lain yang perlu kita petik dalam filosofis kereta api yakni kita harus
menghargai waktu. Barangsiapa hari ini
lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.
Barangsiapa hari ini sama dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang
merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia
termasuk orang yang celak. Jadi, ayo kita menerapkan menajeman waktu yang super
bagus dan menjalankan agenda-agenda penting dalam hidup kita agar kita tidak
menyesal di kemudian hari. Jadilah sang kupu-kupu yang mengalami metamorfosis
sempurna meskipun melewati proses perlahan demi perlahan hingga akhirnya sampai
kepada perubahan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits.
Indahnya
hidup ini seperti perjalanan kereta api di mana kita menikmati setiap nuansa
pemandangan yang tersaji dengan senyuman. Kalau pun rintih yang diperoleh dalam
kehidupan biarlah kita tetap memandang duri luka itu dengan sentuhan ketegaran
di dalam hati. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengadopsi filosofis
kereta api sebagai nasihat yang mampu mengantarkan kita menuju lembah
kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar