Rabu, 08 Mei 2013

Munajat Doa



Apa  yang dapat kita lakukan setelah berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk hidup kita selain berdoa kepada Allah. Ketika semua harapan telah terlukis di hati, ketika lembaran tulisan rencana-rencana besar tertulis dalam bingkai goresan pena, dan ketika semua seakan berjalan laksana jalan yang tak berlintang. Akan tetapi badai-badai menghalangkan setiap langkah, menghalangkan sebagian harapan di sinilah memang  hanya satu yang dapat kita lakukan yakni berdoa. Doa mampu menguatkan hati yang lemah. Doa mampu membuka pikiran positif kita dan menenangkan hati yang gundah gulana menjadi plong.
Jikalau hari ini belum ada harapan dan sebagian doa kita belum ada yang terkabul maka jangan letih apalagi berhenti untuk berdoa. Kita harus selalu berdoa dan tentunya hanya doalah yang mampu kita lakukan dalam hidup ini setelah berusaha dengan sungguh-sungguh. Serahkan semua kepada Allah karena Dialah yang Maha mengetahui apa yang terbaik untuk jalan kehidupan kita. Berpikir postitif dalam berdoa akan membuatmu yakin bahwa sesungguhnya hanya Allah yang mampu mengabulkan semua kata-kata harapan yang ada di hatimu.
          Dalam mengemukakan permohonan dan doa kepada Allah, hendaknya disertai dengan adab, yang diantaranya:
1.     Menjauhi yang diharamkan, baik makanan, minuman, dan pakaian.
2.     Dengan ikhlas hati.
3.     Baik sekali bila didahului dengan shalat karena ada hadits yang diriwayatkan oleh Abi Darda’, bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasalllam bersabda: “Siapa yang berwudhu dengan baik kemudian sembahyang dua rakaat, setelah itu berdoa, maka Allah akan memperhatikan permintaannya, diberi-Nya dengan segera atau diberi-Nya dengan terlambat.”
4.     Mengucapkan kallimat tahmid (Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin), shalawat dan salam atas nabi Muhammad pada awal dan akhir.
5.     Khusyu dan tenang.
6.     Dengan suara rendah dan mengharap sepenuh hati.
7.     Mengulangi beberapa kali dengan tidak berputus asa.
8.     Menghadirkan hati kepada Allah.
9.     Jangan berdoa untuk berbuat dosa.
10.            Jangan berkata: “Aku telah berdoa, tetapi tidak diperkenankan Allah.”




Filosofis Kereta Api


         “Naik kereta api, tut tut. Siapa hendak turut ke Bandung Surabaya. Ayo kawan cepat naik keretaku tak berhenti lama.” Masih ingatkah Anda dengan lagu anak-anak ini? Lagu tersebut sudah familiar di kalangan dunia anak-anak dan bukan menjadi lagu yang langka. Jikalau dilihat sekarang, lagu anak-anak sulit dinyanyikan kembali. Hal ini disebabkan anak-anak sekarang sudah terpesona dengan dunia musik orang dewasa. Lihatlah saja adanya band Super Junior di kancah dunia hiburan telah menghipnotis anak-anak cilik untuk menikmati lagu-lagu dewasa. Belum lagi ditambah dengan munculnya acara Idola Cilik di layar kaca telah membuat anak-anak semakin terlarut dalam dunia musik orang dewasa. Inilah yang dikhawatirkan dalam diri dunia anak-anak yang akan melunturkan bukan hanya lagu-lagu anak-anak melainkan pula lagu daerah dan lagu kebangsaan Indonesia.
Kereta api memang alat transportasi darat yang memudahkan perjalanan kita untuk sampai ke tempat tujuan. Sayangnya di daerah Banjarmasin tidak ada alat transportasi ini, dikarenakan akses jalan sekitar Banjarmasin belum cukup memadai untuk pengadaan alat transportasi tersebut. Sejenak marilah kita renungkan tentang filosofis kereta api. Ada pelajaran menarik dari kereta api yang berbahan bakar batu bara ini untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Pelajaran utama yakni kita hendaknya tetap bergerak dengan istiqomah meniti rel kehidupan yang terkadang penuh liku-liku dan bengkokkan arah.
Kehidupan memang memerlukan prinsip seperti kereta api. Mungkin semua sudah tahu bahwa kereta api berjalan sesuai tujuan keberangkatannya? Begitupun pula dalam hidup ini kita harus mempunyai tujuan. Tujuan hidup yang memang sesuai dengan koridor Allah Subhanahu wa ta’ala. Apapun cita-citamu entah itu jadi guru, dokter, apoteker, dan sebagainya tancapkanlah di hati dengan niat karena Allah dan mencari rido Ilahi. Jika kita sudah menanamkan rasa ikhlas di hati maka gunung yang menjulang tinggi dan samudera yang seluas apapun mudah di jangkau. Subhanallah.
Kereta api mempunyai jam keberangkatan yang sesuai dengan tujuan keberangkatan. Adapun jam keberangkatan tersebut sudah diketahui oleh penumpang sehingga pada saat jam sudah diatur dengan bijak maka kereta api pun akan sampai ke tujuan yang dituju. Memang untuk mencapai sebuah tujuan hidup diperlukan pengelolaan waktu yang efisien.   Memanfaatkan waktu dengan bijaksana. Ada pepatah mengatakan waktu itu seperti pedang dia akan menebasmu jika kamu tidak pandai memanfaatkannya. Untuk itulah kita sebagai manusia yang memiliki pikiran dewasa seharusnya dapat mengelola manejemen waktu yang super bagus agar dapat sampai kepada tujuan kita dalam melangkah. Berbicara tentang manejeman waktu mungkin hanya sebagian yang disiplin dengan waktu. Lihatlah saja diantara kita masih saja menggunakan waktu denga hal yang tak bermanfaat seperti menonton tv, update status, dan sibuk dengan media teknologi. Memang ada baiknya juga menonton tv untuk menambah khazanah pengetahuan kita terhadap informasi. Namun sangat disayangkan jikalau kita menggunakan teknologi ini untuk hal yang tak bermanfaat seperti menonton gosip dan lain sebagainya yang berbau negatif. Hal lain yang perlu kita petik dalam filosofis kereta api yakni kita harus menghargai waktu. Barangsiapa  hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa hari ini sama dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celak. Jadi, ayo kita menerapkan menajeman waktu yang super bagus dan menjalankan agenda-agenda penting dalam hidup kita agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Jadilah sang kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna meskipun melewati proses perlahan demi perlahan hingga akhirnya sampai kepada perubahan yang sesuai dengan Al-Quran dan Hadits.
Indahnya hidup ini seperti perjalanan kereta api di mana kita menikmati setiap nuansa pemandangan yang tersaji dengan senyuman. Kalau pun rintih yang diperoleh dalam kehidupan biarlah kita tetap memandang duri luka itu dengan sentuhan ketegaran di dalam hati. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengadopsi filosofis kereta api sebagai nasihat yang mampu mengantarkan kita menuju lembah kesuksesan.

Jumat, 28 Desember 2012

Arti Sebuah Kebahagiaan


What do you think about kebahagiaan? Mungkin sesuatu yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata dan hanya dirasakan di dalam hati. Terkadang orang banyak menuntut sukses untuk menjadi bahagia. Memiliki rumah mewah dengan fasilitas yang wah gitu bisa dikatakan bahagia. Memiliki mobil BMW dengan terdapat di AC di dalam mobil juga bisa dikatakan bahagia. Memiliki pekerjaan dengan gaji yang luar biasa banyaknya juga bisa dikatakan bahagia. Mendapatkan IP tertinggi juga bisa dikatakan bahagia. Tapi lepas dari hal ini, pernahkah kita berpikir akan hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya itu? Apakah dengan mempunyai rumah mewah dikatakan bahagia yang sesungguhnya? Tidak juga coba bayangkan rumah mewah itu banyak menggunakan fasilitas elektronik yang menghabiskan banyak energy yang ujung-ujungnya menghabiskan uang dalam dompet. Wah sungguh hal yang di luar dugaan. Memiliki mobil BMW pun  sama juga banyak menghabiskan uang. Coba kita bandingkan dengan rumah sederhana yang berisi dengan keluarga bahagia maka kita pun akan bahagia pula. Jadi mengapa kita harus sedih karena tidak memiliki rumah semewah orang yang kaya? Toh pada akhirnya kita juga akan bahagia diberikan rumah sederhana oleh Allah. Syukurilah nikmat yang terlihat kecil tetapi dirasakan terlihat besar. Begitu pun dengan memiliki mobil BMW mending mempunyai kendaraan yang tidak terjebak dalam kemacetan atau  mempunyai sepeda mungil yang dengannya kita akan menjadi sehat. Kemudian jika IP tinggi merupakan titik kebahagian, tidak juga tuh. Pada sebenarnya orang yang menuntut IP tidak akan berasa ilmu yang dia dapatkan. Waktunya pun tersita hanya untuk belajar demi mendapatkan sebuah IP yang tinggi. Pernah kita sadar akan ilmu yang kita peroleh jika hanya demi mendapatkan IP yang tinggi? Sebuah ilmu akan terasa nikmat apabila dipelajari dibalik hati yang tak mengharapkan nilai (ikhlas). Karena pada dasarnya nilai bukan segalanya tetapi ilmulah yang menjadi segalanya. Apabila kita memahami dan mempelajari ilmu itu sungguh-sungguh maka nilai pun akan bersamaan kita dapatkan. Coba kita menuntut nilai terlebih dahulu maka mustahil ilmu kita pahami. Sekarang sadarlah bahwa pada hakikatnya arti sebuah kebahagiaan yakni kita menikmati apa yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi tak perlu menunggu rumah mewah untuk bahagia, tak perlu menunggu mobil yang mewah untuk bahagia. Hari ini bahkan detik ini kita bisa bahagia yakni dengan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang tak bisa dihitung oleh jemari.
=>Tersenyumlah dan nikmat apa yang telah Allah berikan. Jangan biarkan dirimu tak bahagia hari ini bahkan seterusnya. Indahnya hidup jika kita bersyukur atas semua nikmat.
Sebuah kalimat yang tak bisa ku rangkai dalam bait-bait puisi
Sebuah kalimat yang tak bisa ku lukis dalam kertas buram
Sebuah kalimat yang tak bisa ku tulis dalam goresan pena
Sebuah kalimat yang tak bisa ku ungkap lewat mulut mungil ini
Terima kasih telah hadir dalam kehidupanku wahai semua orang yang ku sayangi

Minggu, 14 Oktober 2012

Berbaik Sangka Kepada Allah

 

Kita semua tentu telah tahu dan yakin, bahwa Allah itu mempunyai sifat Rohman dan Rahim (pengasih dan penyayang). Dengan sifat Rohman-Nya, Dia memberikan karunia yang begitu besar kepada hamba-hamba-Nya, baik yang beriman maupun yang kafir. Sedangkan sifat Rohman-Nya hanya Dia berikan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa di akhirat nanti.
Dengan mengingat nikmat yang begitu besar tersebut, sebagai hamba yagn beriman sudah seharusnya apabila kita senantiasa berbaik sangka kepada-Nya. Dan jangan sekali-kali kita menyamakan diri kita dengan orang kafir, yang apabila ditimpa kesusahan mereka akan mengatakan "Wahai celakalah kami, Allah sudah bosan sehingga tidak memperdulikan kami." Padahal sebenarnya sudah tidak terhitung lagi nikmat Allah yang sudah diberikan kepada-Nya.     
Adapun berbaik sangka kepada Allah itu terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1.      Berbaik sangka dari golongan khas atau tertentu, seperti orang sholeh yang beriman dan bertaqwa. Apabila mereka itu mengalami sesuatu hal, baik menyenangkan maupun menyusahkan, maka akan bertambah cinta dan takwanya kepada Allah.
2.      Berbaik sangka dari golonga awam (umum). Hanya apabila mereka mengalami sesuatu yang menyenangkan mau bersyukur.

Sumber: Labil, Ustadz Mz. 2007. Menembus Cahaya Ilahi. Surabaya: Putra Jaya.